Kediri – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri mengajak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar memanfaatkan tren kuliner guna mendulang keuntungan. Langkah ini diwujudkan lewat gelaran Workshop Online Seri ke-2 Tahun 2026 yang mengusung tema “Kue Kekinian Jadi Cuan!” secara virtual pada Selasa (20/10/2026).

Berbagai produk kuliner yang sedang tren dibahas dalam pelatihan ini, mencakup burnt cheesecake, soft cookies, donat ubi, hingga silky pudding sebagai peluang usaha.

A. Denny Setyawan selaku Kepala Bidang Produksi dan Restrukturisasi Usaha menyampaikan pernyataan dari Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri, Santoso, bahwa para pelaku UMKM dituntut cermat dalam membaca peluang pasar demi kemajuan usaha mereka.

Dia menyatakan bahwa inovasi tidak mesti diwujudkan lewat penciptaan produk yang sepenuhnya baru. Pengembangan juga dapat diterapkan pada produk yang telah ada dengan memberikan variasi dari sisi rasa, tampilan, kemasan, pelayanan, sampai strategi pemasarannya.

“Peluang usaha tidak selalu harus dimulai dengan produk yang benar-benar baru. Kita bisa berinovasi pada rasa, tampilan, kemasan, pelayanan, hingga cara memasarkannya,” ujar Denny ketika membuka acara di ruang on air Dinas Koperasi dan Usaha Mikro.

Pelatihan tersebut diharapkan mampu memandu para peserta untuk menciptakan produk yang memikat, mengasah kreativitas, serta menaikkan mutu usaha agar sanggup bersaing di pasaran.

Di sisi lain, Ratih Kusuma Dewi selaku Owner Candaria dan Ketua Kediri Young Entrepreneur menggarisbawahi bahwa majunya UMKM tidak hanya ditentukan oleh mutu produk semata, melainkan juga strategi pemasaran yang akurat.

Pemahaman terhadap target konsumen menjadi salah satu aspek krusial yang wajib diperhatikan. Pelaku usaha harus mencermati kebutuhan serta preferensi pasar, mulai dari tren produk, cita rasa, hingga tingkat harga yang selaras dengan daya beli masyarakat.

Pemahaman tersebut berguna bagi pelaku UMKM dalam menetapkan target pasar yang potensial sekaligus menyesuaikan mutu, keunikan, serta penawaran produk agar lebih berdaya tarik dan bernilai jual.

“Setelah menentukan produk yang akan dibuat, hal terpenting adalah market atau pemasarannya. Cari pasar yang potensial, jaga kualitas, dan terus berinovasi agar produk diminati konsumen,” jelas Ratih. (AB)

Leave a Reply

Quote of the week

“People ask me what I do in the winter when there’s no baseball. I’ll tell you what I do. I stare out the window and wait for spring.”

~ Rogers Hornsby

© 2026 Kediricyber.com. All Rights Reserved.