Digitalisasi data perlindungan sosial (Perlinsos) di Kabupaten Kediri mendapat dorongan penuh dari Bupati Hanindhito Himawan Pramana agar didukung serta disukseskan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga, berbagai kalangan masyarakat dapat berperan sebagai agen Perlinsos dengan syarat wajib melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) terlebih dahulu.

“Saya rasa gerakan peduli tetangga ini sangat baik, karena tetangga ini bisa tahu kondisi warga layak menerima bansos atau tidak,” kata Mas Dhito, Senin (12/10).

Penyaluran bantuan sosial diharapkan bisa lebih tepat sasaran lewat program ini. Agen Perlinsos juga mempunyai kewenangan mengusulkan warga miskin yang sebelumnya tidak menerima bantuan sosial agar bisa mendapatkan program tersebut.

Guna mendukung langkah itu, Mas Dhito menginstruksikan jajarannya untuk mempercepat proses aktivasi IKD, khususnya bagi warga yang dipersiapkan menjadi agen Perlinsos.

Wirawan selaku Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kediri menyatakan bahwa pihaknya memaksimalkan 28 titik layanan kependudukan demi mengoptimalkan aktivasi IKD, di samping menjalankan metode jemput bola langsung ke berbagai desa.

Kegiatan tersebut dimulai pada September 2026 dengan menyasar 20 desa di Kecamatan Mojo serta mencatat lebih dari 4.000 warga yang sukses melakukan aktivasi IKD. Langkah jemput bola ini kemudian berlanjut pada Oktober ke sejumlah desa di Kecamatan Ngancar, Kayen Kidul, serta Wates.

“Dalam rangka mendukung program Perlinsos ini kita juga turun ke desa-desa melakukan percepatan aktivasi IKD,” ungkapnya.

Tidak hanya mengandalkan layanan jemput bola dan titik pelayanan maksimal, Wirawan menambahkan bahwa pihaknya turut menggandeng sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Contohnya pada 2 dan 5 Oktober 2026, Dinas Dukcapil bersama Dinas Sosial serta Polres Kediri mengadakan kolaborasi pelayanan aktivasi IKD sekaligus pendaftaran 388 personel Polres Kediri sebagai agen Perlinsos.

Secara terpisah, Subur Widono selaku Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri menjelaskan bahwa digitalisasi Perlinsos memberikan kesempatan yang lebih luas bagi publik untuk berpartisipasi mengusulkan warga yang sungguh-sungguh memerlukan bantuan sosial.

Beliau menyampaikan bahwa agen Perlinsos dapat berasal dari unsur TNI, POLRI, ASN, aparat pemerintah desa lewat RT/RW, hingga masyarakat umum. Kebutuhan agen Perlinsos di Kabupaten Kediri mencapai 3.725 orang, dan saat ini sudah tercatat sebanyak 3.637 orang yang mendaftar.

“Sasaran agen Perlinsos ini selain melakukan digitalisasi data Perlinsos bagi KPM bansos, tetapi juga mereka kelompok rentan maupun warga yang dirasa memang memerlukan bansos,” bebernya.

Data di Kabupaten Kediri menunjukkan dari total 615.926 Kepala Keluarga (KK), sebanyak 122.393 KK terdata sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos yang mencakup PKH dan BPNT. Dari jumlah tersebut, baru 20.538 KK yang telah masuk ke dalam rekaman data Perlinsos.

“Target kita akhir tahun ini setidaknya 122.393 KK yang sebelumnya telah tercatat sebagai KPM bansos bisa selesai dilakukan digitalisasi data Perlinsos ” pungkasnya.

Leave a Reply

Quote of the week

“People ask me what I do in the winter when there’s no baseball. I’ll tell you what I do. I stare out the window and wait for spring.”

~ Rogers Hornsby

© 2026 Kediricyber.com. All Rights Reserved.