Situasi di Borong tengah memanas menyusul laporan warga ke KPK terkait dugaan penggelembungan dana bantuan gempa senilai Rp20 miliar dari Presiden Prabowo yang dialokasikan bagi pengungsi di Manggarai Timur, Flores.
Pencairan dana tersebut telah dikonfirmasi oleh Bupati Manggarai Timur Agas Andreas melalui video resmi yang menyatakan dana itu masuk ke kas daerah untuk pembelanjaan BTT penanganan bencana. Anggaran ini merupakan bagian dari total Rp200 miliar bantuan Presiden yang diperuntukkan bagi 8 kabupaten di Flores serta Pemprov NTT. Kepala BNPB Suharyanto sebelumnya telah memberikan peringatan sejak 26 Agustus lalu agar dana tersebut digunakan secara khusus untuk keperluan bencana.
Namun, warga menemukan sejumlah kejanggalan yang kemudian diungkapkan oleh perwakilan warga bernama Rian melalui tiga alur yang dinilai mencurigakan kepada KPK:
Pertama, alur distribusi susu dan mie dari PT Wings yang memicu pertanyaan terkait selisih antara harga asli dari distributor dengan tagihan yang diajukan kepada Pemda.
Kedua, proses belanja di dua toko besar di Kota Borong, yakni Toko Widi dan Pancaran Mart, di mana warga meminta nota pembelian diperiksa guna memastikan apakah barang benar-benar sampai kepada para pengungsi atau hanya tercatat di atas kertas.
Ketiga, alur pengadaan terpal untuk sekolah-sekolah yang terdampak, termasuk spesifikasi, jumlah total, serta pihak penyedianya.
Pihak warga menegaskan bahwa mereka tidak melontarkan tuduhan, melainkan meminta KPK untuk melakukan pengecekan fisik secara menyeluruh yang meliputi surat pesanan, faktur, bukti pembayaran, hingga berita acara distribusi. Permasalahan ini semakin rumit setelah Ketua DPRD Manggarai Timur Salesius Medi menyampaikan protes karena merasa tidak dilibatkan dalam pengelolaan dana yang bersumber dari APBN tersebut.
Sumber: istananetizen | Borong Memanas! Alur Susu, Mie, Terpal & Nota Bodong Dana Gempa Rp20 Miliar Manggarai Timur Dibongkar Warga ke KPK | Tim Redaksi Istana Netizen | 20 September 2026 | ilustrasi AI

Leave a comment